Sunday, September 4, 2016



DON’T BREATHE



Lagi, film bergenre horror-thriller menghibur penggemarnya. Bisa dibilang Don’t Breathe memberikan cerita yang sangat menarik untuk diikuti. Dengan memaksimalkan jumlah karakter yang sedikit dengan jalan cerita yang sangat masuk akal, maka Don’t Breathe mampu menyuguhkan tayangan yang sangat apik. Ada 4 karakter utama yang terdiri dari 3 orang perampok dan 1 orang korban pencurian. Tapi yang menarik dalam Don’t Breathe, penonton akan digiring untuk bersimpati pada para perampok. Hal ini disebabkan karena sejak awal film dimulai, penonton sudah disajikan dengan penderitaan si perampok, juga sejak awal film, sudut pandang karakter utama adalah si perampok, maka yang terjadi adalah emosi penonton akan dicampur aduk antara berpihak pada pelaku perampokan atau korban perampokan.

Jalan cerita sangat menarik untuk diikuti. Para perampok yang berusaha mencuri uang dari seorang pensiunan tentara yang sudah kehilangan penglihtannya dan terlihat tidak berdaya yang tinggal di perumahan kosong bersama dengan anjingnya. Perampok yang beranggapan bahwa hal tersebut akan menjadi hal yang mudah, ternyata dihadapkan pada sesuatu yang menyeramkan. Serangan balik dari sang pria tua diluar dugaan para perampok. Sebagian penonton awam akan beranggapan bagaimana bisa seorang pria tua yang buta bisa melakukan hal-hal yang hebat, seperti menembak, bela diri, dan lain-lain. Sebetulnya semuanya masuk akal, karena pria tersebut adalah pensiunan tentara, dimana tentara pasti memiliki insting yang kuat, sehingga dia terlatih untuk melakukan serangan bahkan dalam keadaan tak bisa melihat apa-apa.

Selain itu, emosi penonton akan dicampur aduk lagi ketika diketahui bahwa si pria tua menyekap seorang wanita. Para perampok ingin menyelamatkan wanita tersebut, tapi gagal dikarenakan sang wanita tersebut terbunuh oleh si pria tua. Disini lagi-lagi penonton digiring untuk berpihak kepada para perampok karena melihat si pria tua seperti orang jahat. Hal seperti ini akan terus berlanjut sampai akhir film, sehingga penonton akan kebingungan kemana seharusnya mereka berpihak. Jalan cerita yang sangat unik, dimana penjahat mendapat perlakuan jahat dari korbannya dan penonton kesulitan untuk menentukan siapa yang sebenarnya jahat.

Akting aktor dan aktrisnya tidak perlu diragukan lagi. Membuat semuanya terlihat nyata.

Saya pribadi sangat merekomendasikan Don’t Breathe. Salah satu film terbaik 2016.

Happy watching!!
Rating: 10/10

Saturday, September 3, 2016

THE NICE GUYS


Jika ada yang rindu dengan film bergenre Action-Comedy, maka The Nice Guys menjadi jawabannya. Dari jajaran aktor utamanya saja sudah terlihat bahwa film ini adalah film yang tidak boleh dilewatkan. Russell Crowe yang berpartner dengan Ryan Gosling menjadi duet yang sangat asik untuk dilihat. Karakter Russell Crowe yang serius akan berpadu dengan karakter Ryan Gosling yang sangat gokil akan membuat penonton tertawa sepanjang film. Pasalnya, kelucuan tidak hanya tercipta dari tingkah laku mereka, tapi percakapannya juga yang absurd akan membuat penonton tak ingin meninggalkan film ini ditengah cerita.

Meskipun penuh komedi, jalan cerita yang disajikan tidak bisa dianggap remeh. Cerita dalam The Nice Guys adalah cerita yang serius. Begitu pula dengan adegan-adegan action yang disajikan bukanlah adegan action yang main-main meskipun akan ada adegan-adegan yang sedikit nyeleneh.

Selain kedua karakter utama, akan ada karakter lainnya yang juga akan cukup memberi pengaruh pada jalan ceritanya, seperti Angourie Rice yang menjadi anak dari Ryan Gosling. Banyak dialog yang tidak seharusnya diucapkan oleh anak-anak, sehingga film ini adalah film untuk dewasa.

Film ini saya rekomendasikan untuk kalian yang sudah merindukan Action-Comedy, juga untuk para penggemar Ryan Gosling, kalian akan melihat kehebatan Ryan Gosling dalam berakting. Karakter berbeda yang sangat apik dimainkan.

Happy Watching!!

Rating: 8/10
MUNAFIK


Film bergenre horor dari Malaysia yang berhasil menyedot perhatian saya akan horor asia dengan campur tangan agama. Senang sekali melihat film horor yang digarap serius seperti ini. Jika melihat pada perfilman horor tanah air akhir-akhir ini, maka kita bisa mendapatkan horor yang bisa dibilang tidak serius, bahkan menghilangkan estetika ceritanya sendiri. Munafik memberikan akan apa yang kita rindukan dari film horor. Sebenarnya dulu film horor tanah air pun berkonsep seperti ini, dimana sang makhluk halus akan dikalahkan oleh kuasa ilahi. Sebuah konsep yang sepertinya sulit didapatkan pada film horor sekarang ini.

Munafik memberikan cerita yang sangat menyenangkan. Cerita di dalam film berhasil membawa penonton masuk ke dalam alur. Kita akan diajak untuk berpikir tentang apa yang sebenarnya terjadi pada karakter utamanya. Dari awal cerita kita sudah akan diajak untuk merasakan emosi sang karakter utama, bahkan saya jamin, kalian tidak akan mengira akan apa yang terjadi pada akhir film.

Akting para aktor dan aktris sangat baik. Emosi yang dibawakan berhasil mempengaruhi penonton. Jalan cerita yang mudah diikuti tapi sukar untuk ditebak, ditambah banyak adegan kejutan yang berhasil membuat penonton terkejut menjadi nilai plus untuk Munafik. Campur tangan agama dalam mengalahkan sang iblis dirasa sangat tepat disajikan dalam cerita, karena memang cara tersebut adalah satu-satunya cara yang paling masuk akal untuk mengalahkan makhluk halus.

Saya harap konsep cerita seperti ini bisa diterapkan lagi untuk film film horor di Indonesia, karena selain menghibur, film juga harus mengedukasi penontonnya, sehingga sebuah film menjadi berkualitas. Film ini saya anggap tidak kalah dengan film horor Hollywood. Jadi, kesimpulannya, ini film yang sangat bagus dan sangat saya rekomendasikan, sangat sayang untuk dilewatkan.

Happy watching!!

Rating: 9/10

Thursday, August 18, 2016

FAN

Menjadi seorang penggemar tentunya menjadi kepuasan tersendiri. Tentunya seorang penggemar juga mempunyai harapan-harapan tentang apa yang ingin dilakukan atau diberikan untuk seseorang yang digemari. Tapi apa jadinya jika kita menggemari seseorang secara berlebihan? Apakah itu dapat membuat orang yang kita gemari merasa senang? Apakah dengan merugikan orang lain dapat membuat senang orang yang kita gemari? Apakah semua yang kita lakukan demi orang yang kita gemari menjadi boleh dilakukan meskipun itu melanggar hukum?

Permasalahan seperti itulah yang dibahas dalam film Bollywood berjudul FAN. Film yang dirilis pada 15 April 2016 ini mengangkat cerita yang jauh berbeda dari film Bollywood yang biasa dikenal masyarakat. Jika biasanya film Bollywood selalu bergenre drama/romantis, film ini keluar dari jalurnya, genre berbeda berupa drama/action. 

Menceritakan perseteruan antara penggemar berat bernama Gaurav Chadana (Shah Rukh Khan) dengan sang aktor idola bernama Aryan Khanna (yang juga diperankan oleh Shah Rukh Khan) menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar film Bollywood. Akting Shah Rukh Khan tidak perlu diragukan lagi. Dalam Fan, Shah Rukh Khan mampu membuktikan dirinya layak disebut King of Bollywood. Shah Rukh Khan mampu memerankan 2 karakter yang jauh berbeda, karakternya sangat berlawanan. Akting para pemain pendukungnya pun tidak bisa dikesampingkan, sehingga mampu membuat film ini terlihat sangat sempurna.

Cerita perseteruan antara penggemaran dengan idolanya sangat menarik diikuti. Bayangkan saja jika kita adalah seorang selebritas besar dan mempunyai seorang penggemar seperti Gaurav Chadana, apa yang akan kita lakukan?

Karakter Gaurav Chadana memiliki peran besar dalam cerita ini. Tepat sekali ketika kita melihat kasus ini dari sudut pandang Gaurav. Dimulai dengan cerita bahwa sejak kecil sudah menggemari sang idola membuat cerita dibuka dengan sempurna, sehingga kita akan merasakan seberapa bangganya kita ketika menirukan gerak, ekspresi bahkan cara bicara sang idola dengan begitu mirip. Meskipun banyak penggemar yang lain, Gaurav akan selalu merasa bahwa dia adalah penggemar no.1. Karaketer Gaurav yang keras kepala berhasil membuat penonton terbawa emosi.

Karakter Aryan Khanna juga tidak kalah penting, karena disini dia sangat berperan untuk membuat Gaurav berhenti meniru dirinya. Sudah banyak usaha yang dilakukan, bahkan sampai dengan cara yang menggunakan kekerasan, tapi Gaurav tetap saja melakukan hal-hal yang malah lebih mengerikan lagi.

Dari segi make up, karakter Aryan Khanna tidak merubah penampilan Shah Rukh Khan, karena mungkin ini menggambarkan King of Bollywood di dunia nyata. Yang menarik adalah make up pada karakter Gaurav. Wajah Shah Rukh Khan dirubah, sehingga benar-benar menggambarkan karakter yang berbeda. Jika dilihat sekilas mungkin akan terlihat mirip Shah Rukh Khan dimasa awal karirnya, tapi jika diperhatikan, wajahnya cukup berbeda. Good job!

Durasi film hanya sekitar 2 jam saja, tidak seperti kebanyakan film Bollywood yang durasinya 3 jam. Hal ini dikarenakan dalam Fan tidak ada lagu seperti film Bollywood lainnnya, Fan fokus pada cerita yang disajikan. Lagu untuk film Fan dirilis terpisah, berjudul Jabra Fan. Lagunya lebih dulu rilis dibandingkan dengan filmnya, hal ini sepertinya strategi untuk meningkatkan rasa penasaran masyarakat.

Sebetulnya ada hal yang membuat saya bertanya-tanya ketika melihat ending film ini, tapi tidak akan dibahas, kalian harus melihatnya sendiri. Apakah kalian akan memiliki pertanyaan seperti saya atau tidak. Jadi, saya sangat rekomendasikan FAN bagi penggemar film Bollywood ataupun bukan penggemar, karena cerita yang disajikan sangat menarik untuk diikuti, juga emosi kalian akan dibawa ke dalam alur cerita.

Happy watching!!

Rating: 9/10

Tuesday, August 16, 2016

SUMMER CAMP

Bagi para penggemar film bergenre horror/thriller, tentunya sudah tidak asing lagi dengan konsep yang bisa dibilang masih gitu-gitu aja. Dimana selalu ada satu kelompok yang terdiri dari beberapa orang yang sedang berkunjung ke suatu tempat untuk alasan liburan atau lainnya. Dan saat kegiatan mereka berlangsung selalu terjadi hal-hal aneh yang mengakibatkan satu per satu dari mereka mulai mati. Tapi anehnya meskipun konsep tidak berubah, film seperti ini selalu menjadi kenikmatan tersendiri buat penikmatnya. Nah, salah satu film dengan konsep tersebut adalah Summer Camp. Film yang di rilis tahun 2015 ini berhasil menyita perhatian saya untuk dibahas.

Dalam Summer Camp kita bisa menemukan sedikit hal yang berbeda dalam cerita. Jika biasanya akan ada seorang psikopat yang berkeliaran dan membunuh satu per satu karakter utamanya, dalam Summer Camp kamu akan menemukan pembunuh yang berbeda. Alih-alih menggunakan psikopat yang sudah ahli dalam membunuh, Summer Camp menggunakan virus yang membuat orang yang terkontaminasi virus tersebut menjadi beringas dan akan membunuh orang yang lainnya, baik itu orang yang dia kenal sebelumnya ataupun tidak.

Menariknya lagi virus tersebut bersifat sementara, sehingga setiap karakter mempunyai kesempatan untuk membunuh. Selain itu virus ini tidak hanya menjangkiti manusia, tetapi hewan juga. Hal ini menambah ketegangan saat kita menontonnya meskipun hanya sedikit adegan yang menampilkan serangan hewannya, tapi penempatan yang tepat membuat hal tersebut dirasa cukup.

Dilihat dari segi jumlah karakter, bisa dibilang Summer Camp mempunyai sedikit karakter utama, jumlahnya hanya 4 orang. Jumlah yang sedikit tapi berhasil dimaksimalkan dengan hadirnya karakter tambahan lainnya. Akting para castnya juga tidak bisa diragukan meskipun bukan aktor papan atas. Sebut saja Diego Boneta yang pernah mengambil peran dalam film Rock of Ages, juga ada Jocelin Donahue yang juga pernah mengambil peran dalam film Insidious: Chapter 2.

Kembali lagi pada virus dalam film ini. Virus yang menjangkiti pada Summer Camp bukan virus yang biasa. Virus ini tercipta karena diciptakan oleh orang-orang yang tidak tahu apapun tentang mencampurkan bahan kimia dengan bahan lainnya, sehingga efek yang diciptakan pun tidak disangka akan membuat orang yang terkena virus tersebut menjadi seorang pembunuh. Menariknya, ketika seseorang terjangkit virus tersebut, maka orang tersebut tidak menjadi dirinya lagi dari segi mental maupun fisik. Kalau mental sudah jelas akan berubah karena pengaruh virus yang mungkin akan mematikan sementara saraf-saraf kesadaran orang tersebut. Tapi fisik? Cukup aneh untuk melihat fisik yang sedikit berubah. Ketika terjangkit virus ini, maka wajah, mata bahkan kuku orang tersebut akan berubah drastis, menjadi seperti zombie. Tapi ketika kesadarannya kembali, maka fisik akan berubah menjadi normal lagi. Tapi sekali lagi hal tersebut tidak mengganggu jalannya cerita karena menarik untuk melihat beringasnya seseorang dengan tampilan seperti itu, pasti akan tegang jika mengalaminya. Tapi ada satu hal yang sedikit mengganggu, yaitu ketika Will (Diego Boneta) membantu Christy (Jocelin Donahue) yang kakinya terluka, padahal Will sendiri kakinya terluka parah akibat terkena bor, tapi bisa membantu Christy berjalan. Tapi lagi-lagi tidak begitu mengganggu jalan ceritanya.

Dan kalau ada yang bertanya, "Jadi, film ini direkomedasikan atau tidak?", saya akan bilang, YA. Film ini saya rekomendasikan untuk kalian yang sangat suka diajak berpikir akan jalan cerita dalam sebuah film, karena kalian akan dibuat berpikir apa yang jadi penyebab orang-orang tersebut menjadi beringas. Juga kalian akan disajikan adegan-adegan yang cukup sadis dan berdarah-darah.

So, happy watching!!

Rating: 7/10