Tuesday, August 16, 2016

SUMMER CAMP

Bagi para penggemar film bergenre horror/thriller, tentunya sudah tidak asing lagi dengan konsep yang bisa dibilang masih gitu-gitu aja. Dimana selalu ada satu kelompok yang terdiri dari beberapa orang yang sedang berkunjung ke suatu tempat untuk alasan liburan atau lainnya. Dan saat kegiatan mereka berlangsung selalu terjadi hal-hal aneh yang mengakibatkan satu per satu dari mereka mulai mati. Tapi anehnya meskipun konsep tidak berubah, film seperti ini selalu menjadi kenikmatan tersendiri buat penikmatnya. Nah, salah satu film dengan konsep tersebut adalah Summer Camp. Film yang di rilis tahun 2015 ini berhasil menyita perhatian saya untuk dibahas.

Dalam Summer Camp kita bisa menemukan sedikit hal yang berbeda dalam cerita. Jika biasanya akan ada seorang psikopat yang berkeliaran dan membunuh satu per satu karakter utamanya, dalam Summer Camp kamu akan menemukan pembunuh yang berbeda. Alih-alih menggunakan psikopat yang sudah ahli dalam membunuh, Summer Camp menggunakan virus yang membuat orang yang terkontaminasi virus tersebut menjadi beringas dan akan membunuh orang yang lainnya, baik itu orang yang dia kenal sebelumnya ataupun tidak.

Menariknya lagi virus tersebut bersifat sementara, sehingga setiap karakter mempunyai kesempatan untuk membunuh. Selain itu virus ini tidak hanya menjangkiti manusia, tetapi hewan juga. Hal ini menambah ketegangan saat kita menontonnya meskipun hanya sedikit adegan yang menampilkan serangan hewannya, tapi penempatan yang tepat membuat hal tersebut dirasa cukup.

Dilihat dari segi jumlah karakter, bisa dibilang Summer Camp mempunyai sedikit karakter utama, jumlahnya hanya 4 orang. Jumlah yang sedikit tapi berhasil dimaksimalkan dengan hadirnya karakter tambahan lainnya. Akting para castnya juga tidak bisa diragukan meskipun bukan aktor papan atas. Sebut saja Diego Boneta yang pernah mengambil peran dalam film Rock of Ages, juga ada Jocelin Donahue yang juga pernah mengambil peran dalam film Insidious: Chapter 2.

Kembali lagi pada virus dalam film ini. Virus yang menjangkiti pada Summer Camp bukan virus yang biasa. Virus ini tercipta karena diciptakan oleh orang-orang yang tidak tahu apapun tentang mencampurkan bahan kimia dengan bahan lainnya, sehingga efek yang diciptakan pun tidak disangka akan membuat orang yang terkena virus tersebut menjadi seorang pembunuh. Menariknya, ketika seseorang terjangkit virus tersebut, maka orang tersebut tidak menjadi dirinya lagi dari segi mental maupun fisik. Kalau mental sudah jelas akan berubah karena pengaruh virus yang mungkin akan mematikan sementara saraf-saraf kesadaran orang tersebut. Tapi fisik? Cukup aneh untuk melihat fisik yang sedikit berubah. Ketika terjangkit virus ini, maka wajah, mata bahkan kuku orang tersebut akan berubah drastis, menjadi seperti zombie. Tapi ketika kesadarannya kembali, maka fisik akan berubah menjadi normal lagi. Tapi sekali lagi hal tersebut tidak mengganggu jalannya cerita karena menarik untuk melihat beringasnya seseorang dengan tampilan seperti itu, pasti akan tegang jika mengalaminya. Tapi ada satu hal yang sedikit mengganggu, yaitu ketika Will (Diego Boneta) membantu Christy (Jocelin Donahue) yang kakinya terluka, padahal Will sendiri kakinya terluka parah akibat terkena bor, tapi bisa membantu Christy berjalan. Tapi lagi-lagi tidak begitu mengganggu jalan ceritanya.

Dan kalau ada yang bertanya, "Jadi, film ini direkomedasikan atau tidak?", saya akan bilang, YA. Film ini saya rekomendasikan untuk kalian yang sangat suka diajak berpikir akan jalan cerita dalam sebuah film, karena kalian akan dibuat berpikir apa yang jadi penyebab orang-orang tersebut menjadi beringas. Juga kalian akan disajikan adegan-adegan yang cukup sadis dan berdarah-darah.

So, happy watching!!

Rating: 7/10

2 comments: